You are a great champion.
When you ran, the ground shook, the sky opened and more mortals parted.
Parted the way to victory where you'll meet me in the winner's circle,
where i'll put a blanket of flowers on your back.
I am a great champion.
Rabu, 19 Juni 2013
Minggu, 09 Juni 2013
The Only Child
The only child. Pernah denger istilah ini? Istilah bahasa
Indonesia nya itu yaa anak tunggal.hehe. Kalau puluhan tahun yang lalu punya
anak tunggal itu masih dianggap tabu sama orang lain.
Dibilang ga lancar rejeki lah, dibilang ga beruntung lah, dan berbagai hal
lainnya. Tapi kenyataan dalam hidup, aku terlahir sebagai anak tunggal. Bukan berarti ga lancara rejeki dan sebagainya loh, Tuhan mencukupkan kok :)
Jalan
yang dikasi Tuhan buat orang tua aku yaa cuma punya 1 anak. Mungkin
Tuhan kasian sama orang tua gue kalau punya anak banyak dengan tipikal rewel dan ribet kayak aku.hehehe...
Balik lagi sama kata kata tabu tentang anak tunggal, apalagi
di suku batak anak cowo itu paling di harapkan, dulu kehadiran aku mungkin cuma dianggep sebelah mata
karena aku cewek dan ga punya saudara kandung lainnya. Tapi, terimakasih Tuhan,
orangtua dan keluarga dekat menerima situasi apa adanya.
Enak ga sih jadi anak tunggal?? Hemm,tergantung sih liat dari
sisi mananya dulu. Kalau buat aku sih engga terlalu enak. Jadi jangan selalu salah mengartikan mengenai anak tunggal yah. Dan aku paling ga
setuju ama kata kata orang yang bilang kalau anak tunggal itu pasti manja dan
apapun yang di mau pasti dipenuhin. Mungkin itu terjadi sama anak anak tunggal
yang lahir di keluarga yang kaya nya kebangetan atau kurang tepat dalam mendidik anak. Mungkin yah. Tapi Nope buat keluarga aku. Kenapa? Karena orangtua ku beranggapan anak satu satunya harus ditempa jadi anak yang mandiri dari kecil dan mampu bersaing dengan
orang lain, at least ga jadi nomor paling bawah di
keluarga. Bagi orangtua, aku harus bisa jadi contoh dan bisa dalam segala
hal. aku ngerti kenapa
orangtua ku sperti itu. Karena harapan mereka satu satunya di masa depan
adalah cuma aku seorang. Baik dalam hal moral, fisik, rohani, sampai materi.
Makanya orangtua ku (papa terutama) sangat mendidik dengan keras. Dari
sejak umur ku masih 2 tahun bahkan. Dan yang paling penting ga boleh jadi anak
yang menye menye, nangis, manja, dll. Pernah satu waktu lg curhat ke ortu pake acara nangis, yang ada langsung diomelin. That’s why klu lagi
di lingkungan temen temen kelihatannya sensitif, mudah curhat, nangis dan
sebagainya. Hehe.. Sedih ga jadi
anak tunggal?? Yaa agak sedih sih, tapi dengan menjadi anak tunggal Tuhan ingin lebih memberikan cara kerjaNya melewati aku (Amin)
Bersyukur loh punya saudara kandung, karena di masa depan kalau butuh
bantuan atau apapun bisa dibicarakan dengan saudara kandung tersebut :)
Yang pasti aku tau Tuhan ga akan ninggalin aku. Buktinya
selama 20 tahun hidup, dibalik kerasnya keluarga, Tuhan selalu ngasih
lingkungan dan teman teman yang luar biasa buat aku. Ga pernah tuh ampe
terjerumus jadi anak berandalan, anak malam atau sebagainya. Tuhan ga pernah
mengarahkan aku kesana dan semoga ga akan pernah.
Berhubungan dengan mitos tentang punya anak tunggal berarti
rejeki keluarga nya seret, ya itu mitos aja buat aku. Semua kebutuhan keluarga bisa terpenuhi dengan
baik, ada aja jalan yang dikasih Tuhan. Ga berlebih ga kekurangan. Tuhan itu
selalu mencukupkan. Itulah luar biasanya Tuhan dalam kehidupan, yang kadang
karena hal kecil gak kita sadari.
Dibalik kerasnya orangtua, aku sayang mereka.banget. Yaaa
walaupun ga pernah tunjukin dengan cara romantis kayak di film film sih. Aku Cuma bisa berdoa buat mereka supaya sehat selalu, panjang umur dan
diberikan rejeki berlimpah dari Tuhan. Dan aku berharap apa harapan mereka ke aku bisa aku capai dan ga jadi anak yang mengecewakan buat papa mama dan juga
Tuhan :)
Nahh,,buat kalian yang punya Kakak dan punya Adik, dijaga baik baik yah. Mereka sangat berharga untuk kehidupan kalian di masa
yang akan datang, karena merekalah yang akan selalu menjadi teman dan pendukung
kalian seumur hidup kalian, mutlak, dan gak bisa diubah.
Selasa, 21 Mei 2013
The Color in My Life
KUNING
Waktu kecil aku sering dengar orang
bilang hidup ini penuh warna. Kata kata itu emang basi. Tapi terus melekat dalam
pikiranku. Mungkin karena itulah aku kemudian terbiasa membagi hidupku dengan
beragam warna. Kuning adalah warna awal yang penuh kemungkinan. Awal yang bisa
membawa bab-bab berikutnya dalam kehidupan. Seperti kuningnya matahari yang membawa kehidupan. Membawa ke warna warna selanjunya…
MERAH
Hari ini aku mengagumimu. Besok aku
membencimu.
Errr, berusaha membencimu,
maksudku.
JINGGA
Ini warna tomat yang akan matang.
Ini warna jeruk yang menggugah
selera.
Ini warna perasaanku saat mulai
jatuh cinta…
MERAH MUDA
Kadang kadang… Jatuh cinta itu
seperti jatuh pingsan. Kamu nggak sadar itu akan terjadi. Tapi saat terbangun,
tahu tahu kamu mengerti bahwa kamu sudah mengalaminya.
UNGU
Aku suka warna ungu. Tapi kata
orang, ungu itu warna janda.
Aku bukan janda. Tapi aku tahu,
janda sedang patah hati.
Boleh aku pilih warna ungu untuk
melukiskan hatiku yang patah?
MAGENTA
Seperti benci dan cinta…
Aku pikir, jatuh cinta dan patah
hati hanya setipis benang. Karena itu aku memilih warna magenta. Karena magenta
itu keunguan. Tapi Magenta juga merah muda.
Magenta ituuu… saat cinta yang ada
tak cukup lagi dilukiskan dengan warna merah muda.
HIJAU
Menurut mama, tidak ada yang lebih
menenangkan daripada memandang indahnya alam yang menghijau. Tidak ada warna
yang lebih tepat untuk menggambarkan kedamaian.
COKELAT
Pernah merasakan ketagihan makan
cokelat? Aku pernah. Rasanya adalah… Sudah aku makan semua yang perlu aku
makan. Tetapi tetap ada sesuatu yang tak bisa berhenti aku pikirkan untuk aku
kunyah. Cokelat.
Sudah aku miliki semua yang
seharusnya aku miliki. Tapi tetap ada sesuatu yng kuinginkan. Dan aku tak bisa
berhenti memikirkannya.
Sama seperti itulah… Buatku,
cokelat memang warna yang paling tak menentu.
BIRU
Entah mengapa orang memilih warna
biru untuk melukiskan kesedihan. Aku juga tidak bisa mengerti. Menurutku, biru
warna yang indah. Namun kalau memang menyedihkan, biarlah biru menjadi warna
kesedihan yang bisa aku nikmati.
HITAM
Ada dukacita. Itu saja.
ABU - ABU
Ketika duka begitu kental hingga
luka tidak lagi terasa. Ketika duka sudah jadi kebiasaan. Dan disinilah, aku
terperangkap.
PUTIH
Sebenarnya aku belum bisa menemukan
warna ini sekarang. Aku belum bisa kembali menerima berbagai warna warni bagaikan
pelangi dalam kehidupanku sebelumnya. Belum bisa dan entah kemana pelangi ku sekarang.
Kamis, 21 Februari 2013
7th Annual PR Choice Award #PR09Farewell
PR 2009.
Menurut aku dan anak PR 2010 lainnya, mereka itu susah di deskripsiin dengan
satu kata. Mereka ituuu,cantik cantik, ganteng, lucu, imut, kocak, cacat krn
lucu, ada yang artis juga, polos, penuh ceria, kakak kakak yang selalu setia mendampingi,
menyemangati dan menyanyangi kami adik adiknya. Mereka selalu ada disaat kita
butuh jalan keluar. Mereka yang mengajarkan kami untuk kompak dan tetap satu, untuk
selalu think out of the box dan untuk selalu semangat. Itulah mereka.
Dimulai
dengan pertemuan kami ketika mereka memberi tantangan untuk mengadakan PR
Gathering 2010,dulu. Mereka begitu sabar menuntun dan mengajari kami dengan apa
yang harus kami lakukan pada saat itu. Sempat membuat beberapa kekesalan dan
tangis sebenarnya. Tapi pada akhirnya, pada akhir gathering PR 2010, mereka
begitu sangat menghargai dan senang atas pencapaian kami yang telah kami
perjuangkan untuk gathering tersebut.
Lalu pada
akhir 2012 pun kami menyadari bahwa kakak kakak PR 2009 sebentr lagi akan
menghadapi thesis, defense dan graduation nantinya. Maka dari itu kami, PR 2010
dan beberapa PR 2011 merencanakan sebuah farewell untuk kakak kakak PR 2009
yang tersayang :’’) Dengan segala pemikiran, perencanaan, perbedaan pendapat
dan tawa di setiap rapat kami, akhirnya kami dapat mewujudkan sebuah acara
farewell sederhana pada 2 Februari 2013.
Acara dapat
berjalan lancar untungnya, walaupun ada kekurangan di beberapa hal. Betapa
senang dan kangen nya dengan mereka dikarenakan mereka memiliki internship
period beberapa waktu lalu. Kangen dengan celotehan mereka, canda tawa mereka,
nasihat mereka, semuanya deh. Karena farewell ini berkonsep ‘award night’ maka
terpilihlah kakak kakak menjadi terganteng, tercantik, tersibuk, terbelakang, teralim,
terseksi dan lain sebagainya. Hahaha.. Di akhir acara pun kami membuat 1
lingkaran besar, mengucapkan wish masing masing dan rasa terimakasih yang
begitu mendalam kepada setiap orang. Lalu mendoakan setiap wish mereka dan pada
akhirnya, entah bagaimana ceritanya, kami semua sudah berpelukan, menangis
bahagia maupun sedih dan saling memberi semangat satu sama lain untuk masa
depan
Ahh, aku
bakal kangen kalian semua kak. Makasih buat semua waktu, nasihat dan semangat
yang udah kalian bagikan. Maaf aku sering banget nanya nanya, suka bingung dulu
(haha).. Kalian baik baik yaa di tempat kalian masing masing. Tetep jadi kakak
kakak yang luar biasa dan sukses untuk kehidupan kalian kedepannya. Jangan
pernah lupakan adik adik kalian yang lucu dan rewel ini. Haha. God bless you
always kak J
*The closing session*
*The award night stage*
*When they pray together for their future*
*PR 2009*
*PR 2009 with their lovely sister and brother* :D
*They are my sist and bro that always gimme support and their love personally to me* Thank you so much :''')
Rabu, 20 Februari 2013
PUCatSo Youth Day, The One of My Billions Beautiful Processes
Disini aku mau berbagi sedikit mengenai proses acara PUCATSO Youth Day
2012 ini dari persiapan hingga akhir acara. Bermula ketika kepengurusan PUCATSO
2012 mengadakan rapat bulanan untuk mengevaluasi setiap divisi kepengurusan
yang ada. Di akhir rapat tanpa diketahui banyak oleh anggota PUCATSO lainnya, sang
ketua PUCATSO mengatakan bahwa pada malam itu akan melakukan pemilihan ketua
retret PUCATSO yang baru dan meminta kepada pengurus angkatan 2010 untuk
mencalonkan diri sebagai ketua berikutnya dan diberikan waktu beberapa saat
untuk berpikir. Beberapa menit kemudian, 2 orang anggota PUCATSO yaitu Haryanto
dan Lettisia Gianti mencalonkan diri untuk menjadi ketua retret PUCATSO 2012 yang baru dan
sebelum waktu untuk pencalonan ketua ditutup, aku pun dengan dorongan teman
teman dan masih dengan penuh keraguan akhirnya mencalonkan diri
menjadi ketua retret PUCATSO 2012 yang baru. Voting diantara semua pengurus
PUCATSO 2012 pun langsung dimulai saat itu juga dan didoakan terlebih dahulu sebelum memulai pemilihan ketua. Pada akhirnya, disaat itu
hasil voting memilih aku, Theodora untuk menjadi ketua retret PUCATSO 2012 yang baru.
Ketika baru terpilih sebenarnya agak kaget karena berpikir dua
teman aku yang lainnya lebih berpengalaman dan lebih mantap untuk mencalonkan
diri mereka menjadi ketua retret PUCATSO 2012 dibandingkan aku sendiri.
Karena sebenernya aku enggak begitu suka untuk mengurus segala birokrasi
sulit yang ada. Mungkin karena selama ini aku cuma fokus di seksi acara dan humas dalam setiap kegiatan yang ada. Saat itupun aku berpikir, mengapa saku yang bisa terpilih. Aku pun menyadari, dibalik
kepercayaan teman teman semua, ini adalah kehendak Tuhan pada diri aku untuk
melakukan proses yang luar biasa di tahun ini. Tuhan ingin aku untuk kembali
keluar dari zona nyaman aku dan untuk lebih dekat kembali kepada Tuhan. Bagi aku, ini adalah sebuah teguran halus dari Tuhan buat aku pribadi.
Setelah rapat kepengurusan
PUCATSO 2012 berakhir, aku langsung meminta Ghea untuk menjadi
partner aku menjadi ketua II di acara retret PUCATSO ini. Tanpa ragu aku memilih dia karena aku sangat sadar dengan banyak kekurangan aku dan hal
tersebut dapat diimbangi dan didukung penuh oleh Ghea untuk membuat acara ini
lebih baik lagi kedepannya. Karena sadar waktu yang tidak banyak, malam itupun
kami langsung menulis nama nama yang bisa dan mau melayani di acara
retret ini. Selama satu minggu berikutnya
pun terjadi peng approach an kepada setiap individu yang telah kami tentukan
untuk bekerjasama di acara retret ini. Ada yang langsung menerima,
ada yang berpikir pikir dahulu dan ada yang menolak tidak dapat berpartisipasi
menjadi panitia karena beberapa alasan. Tapi puji Tuhan, dalam satu minggu
itupun kami dapat menyusun kepanitiaan yang sudah fix.
Aku dan Ghea pun membuat
timeline detail dari Juli hingga November untuk hal hal apa saja yang akan kami
lakukan. Dengan adanya timeline ini pun mempermudah kami untuk bekerja dan
meraih target yang ada. Aku dan Ghea juga memutuskan untuk memberi nama retret
ini dengan nama PUCATSO Youth Day. Mungkin nama yang kami pilih ini terpengaruh
dengan adanya acara World Youth Day dan karena kebetulan juga kami berdua
adalah panitia Indonesian Youth Day 2012. Alasan kami memilih nama PUCATSO
Youth Day ini juga dikarenakan kami tidak mau peserta nantinya menganggap ini
retret yang terlalu serius dengan berbagai sesi sesi padat nantinya. Karena
kami ingin, selain ada sesi yang cukup serius ada juga sesi yang dekat dengan
anak muda seperti sesi character building training dan outbond untuk membuat
mereka lebih nyaman dan mengerti akan tema serta konsep yang disampaikan. Jadi
tidaklah membosankan. Karena sebagai anak muda Katolik pastinya ingin kegiatan
atraktif lainnya yang bersemangat bukan hanya duduk diam sepanjang hari.
Aku dan Ghea pun sempat
memikirkan tema acara. Ghea sempat bertanya, apakah tujuan hidup aku. Aku ngejawab nya dengan gambling, kurang detail, seperti tujuan hidup aku hanya
ada kasarannya saja. Lalu kami berdua pun berpikir bagaimana kalau “Life
Purpose” menjadi tema retret kali ini. Karena menurut kami, sebagai anak muda
Katolik masih banyak yang belum mengetahui tujuan hidup mereka dengan baik,
kami tidak mau anak muda Katolik semakin banyak yang salah arah nantinya. Bukan
berarti setelah retret ini, peserta akan langsung mendapatkan apa tujuan hidup
nya. Tetapi melalui tema ini, para peserta diharapkan dapat lebih membuka matanya akan
dunia luar untuk menghadapi hidup yang merupakan hadiah terindah dari Tuhan
untuk dihadapi dan dikembangkan dengan baik sebagai anak Tuhan yang luar biasa.
Aku dan Ghea disini pun menaruh
goal goal yang cukup tinggi untuk dicapai oleh seluruh panitia. Karena kami pun ingin membangun setiap
karakter panitia yang ada untuk keluar dari zona nyaman mereka disaat berproses
bersama ini dan selalu berserah kepada Tuhan. Aku dan Ghea pun
langsung terjun ke setiap divisi yang sudah kami bagi berdua untuk selalu
mengingatkan mereka dan memberi usul di setiap kendala yang ada.
Setelah semua proses dan
birokrasi yang cukup sulit yang ada, kami pun menerima jawaban Dana Pembangunan
Generasi Muda pada akhir oktober. Mungkin pertamanya aku hanya melihat nominal
yang dicairkan sangat jauh dari harapan aku pribadi. Secara lisan aku sempat
kecewa karena kami sudah memberikan proposal yang paling lengkap yang pernah dibuat
dan sangat sulit untuk mengumpulkan tanda tangan dan persetujuan di lembaran
pengesahan dikarenakan jarak Cikarang – Depok – Jakarta – Cikarang untuk
mengajukan proposal ini. Aku juga sempat berpikir acara PUCATSO yang lain yang
skala nya lebih kecil bisa mendapatkan dana lebih banyak dari yang kami
dapatkan, begitu juga KMK lain yang aku tanyakan, jumlah yang mereka dapatkan
tidak sejauh dana yang kami dapatkan. Aku pun terus bertanya tanya dan
berefleksi apa yang salah dalam proses yang kami hadapi ini. Seorang teman pun berkata bahwa, mungkin tangan Tuhan kali ini tidak bekerja melalui DPGM tetapi melalui
tangan tangan hebat lainnya yang telah diutus oleh Tuhan. Aku pun kembali
semangat untuk terus menyemangati teman teman panitia yang lain dan tetap
focus pada semua rencana yang sudah kami buat dari awal walaupun acara tinggal
dua minggu lagi dan kami pun masih kekurangan dana sebesar Rp 10.000.000,00 .
Kami semua tetap berdoa, melakukan novena, melakukan missa di kampus kami dan
meminta teman teman yang lainnya pun mendukung kami dengan doa.
Karena keterbatasan waktu dan
dana yang masih banyak yang belum kami dapatkan, aku dan Ghea selaku ketua
memutuskan untuk mengajukan permohonan dana kepada kampus kami. Kami tidak
terlalu berharap kampus akan mempunyai respon yang baik karena birokrasi kampus
sangatlah sulit dan memakan waktu yang lama. Empat hari sebelum acara dimulai
kami dapat panggilan dari kampus bahwa pengajuan dana yang kami ajukan akan
cair 100% dalam waktu dua hari. Itu berarti masih bisa menutup kekurangan yang
ada sebelum acara. Betapa senangnya kami mendapat kabar tersebut karena kami
tidak pernah menyangka kampus akan mensetujui permohonan kami. Begitu juga tim
FR yang melakukan banyak usaha walaupun sempat melalui jatuh bangun dalam
mencari dana, tim FR selalu berusaha baik memlaui ngamen, paduan suara di
gereja, menjual makanan dan barang barang lainnya. Disini pun ucapan teman aku terbukti, bahwa Tuhan pasti akan menyediakan jalan dan bekerja melalui tangan
tangan hebat lainnya. Entah bagaimana dan seperti apa, dalam 4 hari sebelum
acara kami banyak menemui mukjizat dari Tuhan, bukan hanya mukjizat dalam segi
dana tetapi juga hal hal lain seperti mendapatkan romo yang pasti dapat
mendampingi kami full selama 3 hari, mendapat potongan dana di berbagai
pengeluaran. Semua mukjizat itu terjadi
dan mengalir begitu saja dalam proses yang kami jalani ini.
Tibalah hari H yang ditunggu
tunggu. Pertama kali nya juga dalam sejarah PUCATSO, jumlah peserta yang
terdaftar melampaui dari apa yangn sudah panitia targetkan. Ada 154 peserta
yang terdaftar dan mengikuti acara ini. Dengan segala kemasan acara yang sudah
disiapkan, pembicara yang membuka pikiran kami, romo dan frater yang setia
mendampingi kami selama 3 hari serta alam yang sejuk dan tenang sangatlah
melengkapi proses retret kami yang indah ini. Kami mensyukuri tiap detik, tiap jengkal, tiap anugerah dan berkat yang
diberikan Tuhan kepada kami. Betapa senangnya mendapat respon positif dan
semangat dari para peserta kepada panitia selama acara retret ini berlangsung.
Banyak juga kakak kakak PUCATSO yang salut dengan acara dan struktur kepanitiaan
yang baik.
Buat aku pribadi, tanggung jawab retret ini adalah merupakan beban yang harus aku tanggung. Tetapi pada akhirnya aku menyadari bahwa ini adalah
salah satu proses yang paling indah yang bisa aku terima dari Tuhan yang membuat aku keluar dari zona nyaman aku untuk menjadi pribadi yang lebih dewasa dan
lebih dekat kepada Tuhan. Sempat
mengalami proses yang sakit dan melelahkan, tetapi Tuhan telah menyiapkan hasil
yang terindah dari proses yang kami tempuh untuk kami semua.
![]() |
| *My Super and though girl ever; Lettisia Gianti* |
![]() |
| *Name tag, t-shirt and award that we made by our self :)* |
*The amazing 154 participants :D*
Terimakasih kepada teman teman PUCATSO yang telah mempercayai aku untuk berproses dalam memimpin retret ini. Terimakasih kepada DPGM dan Kampus yang telah mensupport kami dengan baik. Terimakasih kepada teman teman dan kakak kakak PUCATSO yang begiiituuu aku sayangi dan selalu mendoakan serta menyemangati aku pribadi dan teman teman lainnya dalam proses ini. Dan pastinya terimakasih kepada 38 partners plus keluarga aku dalam kepanitiaan ini yang tidak pernah sedikitpun mengeluh dan tiada lelahnya bekerja di ladang Tuhan yang sangat luas ini serta menjadi contoh dan pelajaran yang begitu luar biasa bagi saku pribadi. Dan ga akan pernah habisnya aku ucapkan terimakasih kepada Tuhan Yesus yang telah memberikan kesempatan dan berkat kepada aku dan teman teman untuk memuliakan Nama-Nya melalui acara ini. Kalian semua sungguh luar biasa dan salah satu anugerah Tuhan dalam kehidupan aku :)
*Dan inilah para panitia,sahabat,keluarga yang bekerjasama dengan begitu indah untuk mendapatkan yang terbaik tanpa mengeluh sedikit pun* *i love this committee forever*
Selasa, 19 Februari 2013
Have you ever... ??
Pernah ngerasain yang nama nya suka
sama sesseorang?
Pernah ngerasain nyaman nya berada
di sisi seseorang?
Pernah ngerasain bahagia nya di
ketika punya cerita, canda dan tawa bersama sama?
Pernah ngerasain hangat nya ketika
bersama seseorang?
Pernah jatuh cinta?
Yakin kalau yang kalian rasain itu
bener bener bahagia?
Yakin kalau itu yang nama nya suka,
sayang atau jatuh cinta?
Tapi gimana kalau cerita nya,
keadaan jadi berbalik 180 derajat?
Gimana rasanya ga dianggep? Even,lagi
barang bareng sekalipun.
Gimana rasanya kalau kita ga
dikasih kesempatan sama sekali untuk mengatakan perasaan yang sebenarnya?
Gimana rasanya kalau kita ga punya
kesempatan untuk memperbaiki apa yang uda disadari salah?
Gimana rasanya setiap mau ngomong
baik baik selalu ditolak?
Gimana rasanya yang tadinya berada
di satu lingkungan yang hangat menjadi lingkungan yang dingin?
Gimana rasanya untuk berpura pura?
Gimana rasanya untuk saling ga
peduli? Padahal dulu sangat ingin tau satu sama lain.
Gimana rasanya dapet kabar, disaat
dua orang tersebut masih dekat tetapi ternyata seseorang diantaranya udah suka
sama orang lain?
Gimana rasanya begitu baru saja
baru pisah, seseorang tersebut udah gampang nya dekat dengan seseorang yang
lain?
Gimana rasanya dilupakan begitu
saja?
Gimana rasanya udah memberikan
seluruh nya tapi ga dianggep? Sia sia begitu aja.
Gimana rasanya selalu satu pihak
yang berusaha? Berusaha untuk ngomong, untuk lurusin masalah.
Gimana rasanya???
Yang aku tau sih, kalau hal hal
diatas menimpa seseorang, itu sakit. Sakit banget. Sakit sesakitnya. Walapun dia
ada salah, setidaknya dia sadar sama kesalahannya, punya niat untuk perbaikin.
Bukannya ditolak berkali kali dan bahkan uda cepat melupakan lalu berpaling ke orang lain.
Karena, yang di atas aja mau memberikan pengampunan dan kesempatan.
Tapi kalau dari satu pihak aja yang
mau meluruskan atau memperbaiki mana bisa.
Ada yang pernah mengalaminya??
Aku cuma bisa berdoa untuk siapapun itu, dimanapun itu, kalian bisa baik baik saja.
Baik baik saja dalam kondisi seperti di atas itu sudah cukup.
Minggu, 10 Februari 2013
Agar Kau Mengerti
*and i like rhymed verse part 2*
aku tak pernah bisa
tuk kau beri dunia
aku tak pernah bisa
tuk kau beri stumpuk kata cinta
tuk kau beri dunia
aku tak pernah bisa
tuk kau beri stumpuk kata cinta
yang aku ingin hanyalah pengertianmu
tuk sedikit saja pahami maksudku
yang aku ingin hanyalah agar kau mau
sekedar...mengerti aku
aku tak pernah minta
untuk semua waktumu
aku tak pernah minta
kau beri smua yang engkau punya
Langganan:
Postingan (Atom)



