Selasa, 21 Mei 2013

The Color in My Life


KUNING
Waktu kecil aku sering dengar orang bilang hidup ini penuh warna. Kata kata itu emang basi. Tapi terus melekat dalam pikiranku. Mungkin karena itulah aku kemudian terbiasa membagi hidupku dengan beragam warna. Kuning adalah warna awal yang penuh kemungkinan. Awal yang bisa membawa bab-bab berikutnya dalam kehidupan. Seperti kuningnya matahari yang membawa kehidupan. Membawa ke warna warna selanjunya…

MERAH
Hari ini aku mengagumimu. Besok aku membencimu.
Errr, berusaha membencimu, maksudku.

JINGGA
Ini warna tomat yang akan matang.
Ini warna jeruk yang menggugah selera.
Ini warna perasaanku saat mulai jatuh cinta…

MERAH MUDA
Kadang kadang… Jatuh cinta itu seperti jatuh pingsan. Kamu nggak sadar itu akan terjadi. Tapi saat terbangun, tahu tahu kamu mengerti bahwa kamu sudah mengalaminya.

UNGU
Aku suka warna ungu. Tapi kata orang, ungu itu warna janda.
Aku bukan janda. Tapi aku tahu, janda sedang patah hati.
Boleh aku pilih warna ungu untuk melukiskan hatiku yang patah?

MAGENTA
Seperti benci dan cinta…
Aku pikir, jatuh cinta dan patah hati hanya setipis benang. Karena itu aku memilih warna magenta. Karena magenta itu keunguan. Tapi Magenta juga merah muda.
Magenta ituuu… saat cinta yang ada tak cukup lagi dilukiskan dengan warna merah muda.

HIJAU
Menurut mama, tidak ada yang lebih menenangkan daripada memandang indahnya alam yang menghijau. Tidak ada warna yang lebih tepat untuk menggambarkan kedamaian.

COKELAT
Pernah merasakan ketagihan makan cokelat? Aku pernah. Rasanya adalah… Sudah aku makan semua yang perlu aku makan. Tetapi tetap ada sesuatu yang tak bisa berhenti aku pikirkan untuk aku kunyah. Cokelat.
Sudah aku miliki semua yang seharusnya aku miliki. Tapi tetap ada sesuatu yng kuinginkan. Dan aku tak bisa berhenti memikirkannya.
Sama seperti itulah… Buatku, cokelat memang warna yang paling tak menentu.

BIRU
Entah mengapa orang memilih warna biru untuk melukiskan kesedihan. Aku juga tidak bisa mengerti. Menurutku, biru warna yang indah. Namun kalau memang menyedihkan, biarlah biru menjadi warna kesedihan yang bisa aku nikmati.

HITAM
Ada dukacita. Itu saja.

ABU - ABU
Ketika duka begitu kental hingga luka tidak lagi terasa. Ketika duka sudah jadi kebiasaan. Dan disinilah, aku terperangkap.

PUTIH
Sebenarnya aku belum bisa menemukan warna ini sekarang. Aku belum bisa kembali menerima berbagai warna warni bagaikan pelangi dalam kehidupanku sebelumnya. Belum bisa dan entah kemana pelangi ku sekarang.

Kamis, 21 Februari 2013

7th Annual PR Choice Award #PR09Farewell


PR 2009. Menurut aku dan anak PR 2010 lainnya, mereka itu susah di deskripsiin dengan satu kata. Mereka ituuu,cantik cantik, ganteng, lucu, imut, kocak, cacat krn lucu, ada yang artis juga, polos, penuh ceria, kakak kakak yang selalu setia mendampingi, menyemangati dan menyanyangi kami adik adiknya. Mereka selalu ada disaat kita butuh jalan keluar. Mereka yang mengajarkan kami untuk kompak dan tetap satu, untuk selalu think out of the box dan untuk selalu semangat. Itulah mereka.

Dimulai dengan pertemuan kami ketika mereka memberi tantangan untuk mengadakan PR Gathering 2010,dulu. Mereka begitu sabar menuntun dan mengajari kami dengan apa yang harus kami lakukan pada saat itu. Sempat membuat beberapa kekesalan dan tangis sebenarnya. Tapi pada akhirnya, pada akhir gathering PR 2010, mereka begitu sangat menghargai dan senang atas pencapaian kami yang telah kami perjuangkan untuk gathering tersebut.

Lalu pada akhir 2012 pun kami menyadari bahwa kakak kakak PR 2009 sebentr lagi akan menghadapi thesis, defense dan graduation nantinya. Maka dari itu kami, PR 2010 dan beberapa PR 2011 merencanakan sebuah farewell untuk kakak kakak PR 2009 yang tersayang :’’) Dengan segala pemikiran, perencanaan, perbedaan pendapat dan tawa di setiap rapat kami, akhirnya kami dapat mewujudkan sebuah acara farewell sederhana pada 2 Februari 2013.

Acara dapat berjalan lancar untungnya, walaupun ada kekurangan di beberapa hal. Betapa senang dan kangen nya dengan mereka dikarenakan mereka memiliki internship period beberapa waktu lalu. Kangen dengan celotehan mereka, canda tawa mereka, nasihat mereka, semuanya deh. Karena farewell ini berkonsep ‘award night’ maka terpilihlah kakak kakak menjadi terganteng, tercantik, tersibuk, terbelakang, teralim, terseksi dan lain sebagainya. Hahaha.. Di akhir acara pun kami membuat 1 lingkaran besar, mengucapkan wish masing masing dan rasa terimakasih yang begitu mendalam kepada setiap orang. Lalu mendoakan setiap wish mereka dan pada akhirnya, entah bagaimana ceritanya, kami semua sudah berpelukan, menangis bahagia maupun sedih dan saling memberi semangat satu sama lain untuk masa depan

Ahh, aku bakal kangen kalian semua kak. Makasih buat semua waktu, nasihat dan semangat yang udah kalian bagikan. Maaf aku sering banget nanya nanya, suka bingung dulu (haha).. Kalian baik baik yaa di tempat kalian masing masing. Tetep jadi kakak kakak yang luar biasa dan sukses untuk kehidupan kalian kedepannya. Jangan pernah lupakan adik adik kalian yang lucu dan rewel ini. Haha. God bless you always kak J

*The closing session*


*The award night stage*


*When they pray together for their future*



*PR 2009*


*PR 2009 with their lovely sister and brother* :D


*They are my sist and bro that always gimme support and their love personally to me* Thank you so much :''')

Rabu, 20 Februari 2013

PUCatSo Youth Day, The One of My Billions Beautiful Processes


                 Disini aku mau berbagi sedikit mengenai proses acara PUCATSO Youth Day 2012 ini dari persiapan hingga akhir acara. Bermula ketika kepengurusan PUCATSO 2012 mengadakan rapat bulanan untuk mengevaluasi setiap divisi kepengurusan yang ada. Di akhir rapat tanpa diketahui banyak oleh anggota PUCATSO lainnya, sang ketua PUCATSO mengatakan bahwa pada malam itu akan melakukan pemilihan ketua retret PUCATSO yang baru dan meminta kepada pengurus angkatan 2010 untuk mencalonkan diri sebagai ketua berikutnya dan diberikan waktu beberapa saat untuk berpikir. Beberapa menit kemudian, 2 orang anggota PUCATSO yaitu Haryanto dan Lettisia Gianti mencalonkan diri untuk menjadi  ketua retret PUCATSO 2012 yang baru dan sebelum waktu untuk pencalonan ketua ditutup, aku pun dengan dorongan teman teman dan masih dengan penuh keraguan akhirnya mencalonkan diri menjadi ketua retret PUCATSO 2012 yang baru. Voting diantara semua pengurus PUCATSO 2012 pun langsung dimulai saat itu juga dan didoakan terlebih dahulu sebelum memulai pemilihan ketua. Pada akhirnya, disaat itu hasil voting memilih aku, Theodora untuk menjadi ketua retret PUCATSO 2012 yang baru. Ketika baru terpilih sebenarnya agak kaget karena berpikir dua teman aku yang lainnya lebih berpengalaman dan lebih mantap untuk mencalonkan diri mereka menjadi ketua retret PUCATSO 2012 dibandingkan aku sendiri. Karena sebenernya aku enggak begitu suka untuk mengurus segala birokrasi sulit yang ada. Mungkin karena selama ini aku cuma fokus di seksi acara dan humas dalam setiap kegiatan yang ada. Saat itupun aku berpikir, mengapa saku yang bisa terpilih. Aku pun menyadari, dibalik kepercayaan teman teman semua, ini adalah kehendak Tuhan pada diri aku untuk melakukan proses yang luar biasa di tahun ini. Tuhan ingin aku untuk kembali keluar dari zona nyaman aku dan untuk lebih dekat kembali kepada Tuhan. Bagi aku, ini adalah sebuah teguran halus dari Tuhan buat aku pribadi.
                Setelah rapat kepengurusan PUCATSO 2012 berakhir, aku langsung meminta Ghea untuk menjadi partner aku menjadi ketua II di acara retret PUCATSO ini. Tanpa ragu aku memilih dia karena aku sangat sadar dengan banyak kekurangan aku dan hal tersebut dapat diimbangi dan didukung penuh oleh Ghea untuk membuat acara ini lebih baik lagi kedepannya. Karena sadar waktu yang tidak banyak, malam itupun kami langsung menulis nama nama yang bisa dan mau melayani di acara retret ini. Selama satu minggu berikutnya pun terjadi peng approach an kepada setiap individu yang telah kami tentukan untuk bekerjasama di acara retret ini. Ada yang langsung menerima, ada yang berpikir pikir dahulu dan ada yang menolak tidak dapat berpartisipasi menjadi panitia karena beberapa alasan. Tapi puji Tuhan, dalam satu minggu itupun kami dapat menyusun kepanitiaan yang sudah fix.
                Aku dan Ghea pun membuat timeline detail dari Juli hingga November untuk hal hal apa saja yang akan kami lakukan. Dengan adanya timeline ini pun mempermudah kami untuk bekerja dan meraih target yang ada. Aku dan Ghea juga memutuskan untuk memberi nama retret ini dengan nama PUCATSO Youth Day. Mungkin nama yang kami pilih ini terpengaruh dengan adanya acara World Youth Day dan karena kebetulan juga kami berdua adalah panitia Indonesian Youth Day 2012. Alasan kami memilih nama PUCATSO Youth Day ini juga dikarenakan kami tidak mau peserta nantinya menganggap ini retret yang terlalu serius dengan berbagai sesi sesi padat nantinya. Karena kami ingin, selain ada sesi yang cukup serius ada juga sesi yang dekat dengan anak muda seperti sesi character building training dan outbond untuk membuat mereka lebih nyaman dan mengerti akan tema serta konsep yang disampaikan. Jadi tidaklah membosankan. Karena sebagai anak muda Katolik pastinya ingin kegiatan atraktif lainnya yang bersemangat bukan hanya duduk diam sepanjang hari.
                Aku dan Ghea pun sempat memikirkan tema acara. Ghea sempat bertanya, apakah tujuan hidup aku. Aku ngejawab nya dengan gambling, kurang detail, seperti tujuan hidup aku hanya ada kasarannya saja. Lalu kami berdua pun berpikir bagaimana kalau “Life Purpose” menjadi tema retret kali ini. Karena menurut kami, sebagai anak muda Katolik masih banyak yang belum mengetahui tujuan hidup mereka dengan baik, kami tidak mau anak muda Katolik semakin banyak yang salah arah nantinya. Bukan berarti setelah retret ini, peserta akan langsung mendapatkan apa tujuan hidup nya. Tetapi melalui tema ini, para peserta diharapkan dapat lebih membuka matanya akan dunia luar untuk menghadapi hidup yang merupakan hadiah terindah dari Tuhan untuk dihadapi dan dikembangkan dengan baik sebagai anak Tuhan yang luar biasa.
                Aku dan Ghea disini pun menaruh goal goal yang cukup tinggi untuk dicapai oleh seluruh panitia. Karena kami pun ingin membangun setiap karakter panitia yang ada untuk keluar dari zona nyaman mereka disaat berproses bersama ini dan selalu berserah kepada Tuhan. Aku dan Ghea pun langsung terjun ke setiap divisi yang sudah kami bagi berdua untuk selalu mengingatkan mereka dan memberi usul di setiap kendala yang ada.
                Setelah semua proses dan birokrasi yang cukup sulit yang ada, kami pun menerima jawaban Dana Pembangunan Generasi Muda pada akhir oktober. Mungkin pertamanya aku hanya melihat nominal yang dicairkan sangat jauh dari harapan aku pribadi. Secara lisan aku sempat kecewa karena kami sudah memberikan proposal yang paling lengkap yang pernah dibuat dan sangat sulit untuk mengumpulkan tanda tangan dan persetujuan di lembaran pengesahan dikarenakan jarak Cikarang – Depok – Jakarta – Cikarang untuk mengajukan proposal ini. Aku juga sempat berpikir acara PUCATSO yang lain yang skala nya lebih kecil bisa mendapatkan dana lebih banyak dari yang kami dapatkan, begitu juga KMK lain yang aku tanyakan, jumlah yang mereka dapatkan tidak sejauh dana yang kami dapatkan. Aku pun terus bertanya tanya dan berefleksi apa yang salah dalam proses yang kami hadapi ini.  Seorang teman pun berkata bahwa, mungkin tangan Tuhan kali ini  tidak bekerja melalui DPGM tetapi melalui tangan tangan hebat lainnya yang telah diutus oleh Tuhan. Aku pun kembali semangat untuk terus menyemangati teman teman panitia yang lain dan tetap focus pada semua rencana yang sudah kami buat dari awal walaupun acara tinggal dua minggu lagi dan kami pun masih kekurangan dana sebesar Rp 10.000.000,00 . Kami semua tetap berdoa, melakukan novena, melakukan missa di kampus kami dan meminta teman teman yang lainnya pun mendukung kami dengan doa.
                Karena keterbatasan waktu dan dana yang masih banyak yang belum kami dapatkan, aku dan Ghea selaku ketua memutuskan untuk mengajukan permohonan dana kepada kampus kami. Kami tidak terlalu berharap kampus akan mempunyai respon yang baik karena birokrasi kampus sangatlah sulit dan memakan waktu yang lama. Empat hari sebelum acara dimulai kami dapat panggilan dari kampus bahwa pengajuan dana yang kami ajukan akan cair 100% dalam waktu dua hari. Itu berarti masih bisa menutup kekurangan yang ada sebelum acara. Betapa senangnya kami mendapat kabar tersebut karena kami tidak pernah menyangka kampus akan mensetujui permohonan kami. Begitu juga tim FR yang melakukan banyak usaha walaupun sempat melalui jatuh bangun dalam mencari dana, tim FR selalu berusaha baik memlaui ngamen, paduan suara di gereja, menjual makanan dan barang barang lainnya. Disini pun ucapan teman aku terbukti, bahwa Tuhan pasti akan menyediakan jalan dan bekerja melalui tangan tangan hebat lainnya. Entah bagaimana dan seperti apa, dalam 4 hari sebelum acara kami banyak menemui mukjizat dari Tuhan, bukan hanya mukjizat dalam segi dana tetapi juga hal hal lain seperti mendapatkan romo yang pasti dapat mendampingi kami full selama 3 hari, mendapat potongan dana di berbagai pengeluaran. Semua mukjizat itu terjadi dan mengalir begitu saja dalam proses yang kami jalani ini.
                Tibalah hari H yang ditunggu tunggu. Pertama kali nya juga dalam sejarah PUCATSO, jumlah peserta yang terdaftar melampaui dari apa yangn sudah panitia targetkan. Ada 154 peserta yang terdaftar dan mengikuti acara ini. Dengan segala kemasan acara yang sudah disiapkan, pembicara yang membuka pikiran kami, romo dan frater yang setia mendampingi kami selama 3 hari serta alam yang sejuk dan tenang sangatlah melengkapi proses retret kami yang indah ini. Kami mensyukuri tiap detik, tiap jengkal, tiap anugerah dan berkat yang diberikan Tuhan kepada kami. Betapa senangnya mendapat respon positif dan semangat dari para peserta kepada panitia selama acara retret ini berlangsung. Banyak juga kakak kakak PUCATSO yang salut dengan acara dan struktur kepanitiaan yang baik.
                Buat aku pribadi, tanggung jawab retret ini adalah merupakan beban yang harus aku tanggung. Tetapi pada akhirnya aku menyadari bahwa ini adalah salah satu proses yang paling indah yang bisa aku terima dari Tuhan yang membuat aku keluar dari zona nyaman aku untuk menjadi pribadi yang lebih dewasa dan lebih dekat kepada Tuhan. Sempat mengalami proses yang sakit dan melelahkan, tetapi Tuhan telah menyiapkan hasil yang terindah dari proses yang kami tempuh untuk kami semua.



*My Super and though girl ever; Lettisia Gianti*

*Name tag, t-shirt and award that we made by  our self :)*

*The amazing 154 participants :D*

Terimakasih kepada teman teman PUCATSO yang telah mempercayai aku untuk berproses dalam memimpin retret ini. Terimakasih kepada DPGM dan Kampus yang telah mensupport kami dengan baik. Terimakasih kepada teman teman dan kakak kakak PUCATSO yang begiiituuu aku sayangi dan selalu mendoakan serta menyemangati aku pribadi dan teman teman lainnya dalam proses ini. Dan pastinya terimakasih kepada 38 partners plus keluarga aku dalam kepanitiaan ini yang tidak pernah sedikitpun mengeluh dan tiada lelahnya bekerja di ladang Tuhan yang sangat luas ini serta menjadi contoh dan pelajaran yang begitu luar biasa bagi saku pribadi. Dan ga akan pernah habisnya aku ucapkan terimakasih kepada Tuhan Yesus yang telah memberikan kesempatan dan berkat kepada aku dan teman teman untuk memuliakan Nama-Nya melalui acara ini. Kalian semua sungguh luar biasa dan salah satu anugerah Tuhan dalam kehidupan aku :)


*Dan inilah para panitia,sahabat,keluarga yang bekerjasama dengan begitu indah untuk mendapatkan yang terbaik tanpa mengeluh sedikit pun* *i love this committee forever*

Selasa, 19 Februari 2013

Have you ever... ??


Pernah ngerasain yang nama nya suka sama sesseorang?
Pernah ngerasain nyaman nya berada di sisi seseorang?
Pernah ngerasain bahagia nya di ketika punya cerita, canda dan tawa bersama sama?
Pernah ngerasain hangat nya ketika bersama seseorang?
Pernah jatuh cinta?
Yakin kalau yang kalian rasain itu bener bener bahagia?
Yakin kalau itu yang nama nya suka, sayang atau jatuh cinta?
Tapi gimana kalau cerita nya, keadaan jadi berbalik 180 derajat?
Gimana rasanya ga dianggep? Even,lagi barang bareng sekalipun.
Gimana rasanya kalau kita ga dikasih kesempatan sama sekali untuk mengatakan perasaan yang sebenarnya?
Gimana rasanya kalau kita ga punya kesempatan untuk memperbaiki apa yang uda disadari salah?
Gimana rasanya setiap mau ngomong baik baik selalu ditolak?
Gimana rasanya yang tadinya berada di satu lingkungan yang hangat menjadi lingkungan yang dingin?
Gimana rasanya untuk berpura pura?
Gimana rasanya untuk saling ga peduli? Padahal dulu sangat ingin tau satu sama lain.
Gimana rasanya dapet kabar, disaat dua orang tersebut masih dekat tetapi ternyata seseorang diantaranya udah suka sama orang lain?
Gimana rasanya begitu baru saja baru pisah, seseorang tersebut udah gampang nya dekat dengan seseorang yang lain?
Gimana rasanya dilupakan begitu saja?
Gimana rasanya udah memberikan seluruh nya tapi ga dianggep? Sia sia begitu aja.
Gimana rasanya selalu satu pihak yang berusaha? Berusaha untuk ngomong, untuk lurusin masalah.
Gimana rasanya???
Yang aku tau sih, kalau hal hal diatas menimpa seseorang, itu sakit. Sakit banget. Sakit sesakitnya. Walapun dia ada salah, setidaknya dia sadar sama kesalahannya, punya niat untuk perbaikin.
Bukannya ditolak berkali kali dan bahkan uda cepat melupakan lalu berpaling ke orang lain.
Karena, yang di atas aja mau memberikan pengampunan dan kesempatan.

Tapi kalau dari satu pihak aja yang mau meluruskan atau memperbaiki mana bisa.
Ada yang pernah mengalaminya??
Aku cuma bisa berdoa untuk siapapun itu, dimanapun itu, kalian bisa baik baik saja.
Baik baik saja dalam kondisi seperti di atas itu sudah cukup.

Minggu, 10 Februari 2013

Agar Kau Mengerti


*and i like rhymed verse part 2*


aku tak pernah bisa
tuk kau beri dunia
aku tak pernah bisa
tuk kau beri stumpuk kata cinta

yang aku ingin hanyalah pengertianmu
tuk sedikit saja pahami maksudku
yang aku ingin hanyalah agar kau mau
sekedar...mengerti aku

aku tak pernah minta
untuk semua waktumu
aku tak pernah minta
kau beri smua yang engkau punya

Selasa, 05 Februari 2013

Just a Feeling by Maroon 5


*the point is, almost of this lyric same with my situation now. Just found it in my playlist and i can feeling this song :)*



I watched you cry, bathe in sunlight by the bathroom door
You said you wish you did not love me anymore
You left your flowers in the backseat of my car
The things we said may have left permanent scars


Obsessed, depressed at the same time
I can't even walk in a straight lineI'm a light in the dark,
 No sunshine, no sunshine, no sunshine


She cries, "This is more than goodbye
When I look into your eyes
You're not even there"
It's just a feeling, just a feeling, just a feeling that I have
Just a feeling, just a feeling that I have
'Cause it's just a feeling, just a feeling, just a feeling(I can't believe that it's over)


You've hit your low
You've lost control, you want him back
You may not believe me but I gave you all I had
Undressed, confessed that you're still mine
I rolled around in a bed full of tears and I
 I'm still laying in the dark,
 no sunshine, no sunshine, no sunshine


She cries, "This is more than goodbye
When I look into your eyes
You're not even there"


It's just a feeling, just a feeling, just a feeling that I have
Just a feeling, just a feeling that I have
'Cause it's just a feeling, just a feeling, just a feeling (No, I can't believe that it's over now)


It's just a feeling, just a feeling that I have
So much to say it's not the way she does her hair
It's the way she seems to stare right through my eyes
And in that darkest day that she refused to run away
From love she tried so hard to save


It's just a feeling, just a feeling, just a feeling that I have
Just a feeling, just a feeling that I have
It's just a feeling, It's just a feeling, just a feeling, just a feeling that I have
Just a feeling, just a feeling that I have


It's just a feeling, just a feeling, just a feeling that I have (I can't believe that it's over)
Just a feeling, just a feeling that I have (I can't believe that it's over)
And I can’t believe that it’s over.

Senin, 04 Februari 2013

This girl knows me better than my self. Thank you Adlina Nufikha


Siang ini, ketika sedang mempersiapkan mid term exam media planning ada seorang teman-sahabat yang mendatangi kamarku. Mantan teman sekamar ku selama 2 tahun, Adlina Nufika. Ketika dia datang, semua masih biasa saja, berdikusi biasa dengan temanku yang lain juga. Entah kenapa aku pindah belajar ke tempat tidurku, mungkin karena di luar sempat agak bising dan aku ingin berkosentrasi dengan 200 slide yang harus aku hafal untuk ujian besok.

Beberapa saat kemudian si wanita yang lagi sangat suka makan ini pun memasuki kamar ku dan dia bertanya sedang apa. Oh, demi apapun aku tau dia basa basi. Aku tau dia ingin bertanya sesuatu, yang aku sendiri sebenarnya tidak tau apa yang ingin dibicarakan. Lalu ia tiba tiba bersuara mengatakan “Theo,lo marah sama gue??” Heran dan ingin tertawa sebenarnya. Aku sedang tidak punya alasan apapun untuk marah kepada siapapun dan hubungan kami pun baik baik saja selama ini. Lalu ia mengatakan “Theo elo itu berubah.” Aku hanya terdiam mendengarnya, terpaku juga mungkin untuk bahasa lebay nya. Sebenarnya aku lelah ditanyai seperti itu. Setidaknya dalam 1 bulan ini sudah 3 orang yang sudah mengatakannya secara langsung padaku. Lalu aku hanya menjawab kepada fika, “Gue ga berubah,gue biasa saja.” Aku berusaha menghindar. Lalu Fika berkata “Gue merhatiin elo selama ini,merhatiin twitter lo, gue diemin lo selama ini, gue ga ngebahas apapun supaya kasi lo waktu. Elo berubah. Elo sekarang lebih pendiem, ga seceria dulu, lebih sering main main sam itouch lo untuk pengalihan. Gue tau lo lagi sedih.” Selama ini setiap kali ada orang yang bilang aku berubah, aku hanya diam. Menutup hati, mata dan telinga dan meyakinkan diriku aku tidak berubah, aku hanya lebih sedikit waspada. Waspada dari orang orang yang mengata ngataiku, yang memberikan penilaian negatif kepadaku , menghindar dari mereka yang tak pernah mendengar alasan ku dengan baik dan tidak pernah menempatkan diri mereka di posisi ku. Ya, selama 1,5 bulan ini aku sudah berubah menjadi theo yang lain walaupun tidak sepenuhnya. Tanpa kuberitahu alasannya pun Fika pasti sudah tau apa alasanku menjadi seperti ini. Aku bersembunyi selama ini. Menyedihkan bukan menjadi diri ku?? :’’) Fika bilang, mataku tidak dapat berbohong ketika aku sedang menyimpan kesedihan yang mendalam.  Ia sudah mengetahui itu dari 2 tahun yang lalu. Aku sendiri tidak tahu itu. Haha. Berarti aku sama sekali tidak dapat menyembunyikan perasaan di depan orang lain. Bodoh!
Lalu Fika mengingatkan 1 kejadian yang sangat dulu sekali di awal kita menjadi teman dekat. Dia marah kepadaku karena aku terlalu sibuk. Saat itu ia tidak tahu alasannya. Seiring semakin dekat dengan ku akhirnya ia pun tahu alasan ku suka mencari kesibukan, teman yang banyak dan sebagainya. Ya, karena aku anak tunggal, cukup sering ditinggal sejak kecil dan dididik cukup keras oleh orangtua ku, dimana aku tidak boleh manja dan lemah menghadapi dunia ini. Karena aku lebih sering menghabiskan waktu di luar, aku mencari teman sebanyak banyaknya agar aku tidak kesepian. Aku menyayangi teman teman ku, agar aku tidak kehilangan mereka. Agar aku tidak kehilangan rasa sayang. Aku takut kehilangan, aku sangat menakutinya. Aku lelah mengalami kehilangan dalam hidup ku. Walaupun aku dididik keras, bagaimanapun aku wanita. Aku punya perasaan. Aku juga bisa menangis.

Dan ia tahu penyebab kesedihan ku kali ini adalah seseorang. Seseorang yang sangat aku sayang, tempat ku berbagi apapun, tempat ku tertawa dan menangis, tempat ku untuk merengek dan sedikit manja, yang mana sama sekali tidak boleh kulakukan di hadapan orang tuaku dan bahkan aku menganggap dia menjadi orangtua ku di beberapa waktu. Aku memang susah jika sudah menyayangi orang. Akan sangat susah menghadapi hal buruk jika terjadi sesuatu antara aku dengan orang yang aku sayang. Begitu pula yang dikatakan Fika, sangat susah bagiku jika sudah merasa sakit dan memiliki masalah dengan orang yang aku sayang. Dan karena untuk masalah kali ini aku masih memiliki rasa bersalah dan ada hal yang belum bisa aku tuntaskan. Demi apapun, aku hanya butuh satu kesempatan. Setidaknya untuk mengungkapkan segalanya. Fika bilang juga, aku adalah seorang teman yang terlalu unyu untuk orang lain. Terlalu baik. Dibalik didikan keras itu aku tetap memliki kerapuhan.
Aku menumpahkan seluruh ke stress san, emosi dan tangis ku kepada Fika siang ini. Entah sudah berapa kali aku menangis dalam 1,5 bulan ini. Aku cukup lelah menyimpan segala perasaan ini tanpa bisa menceritakannya kepada siapapun.

Ternyata terlalu banyak analisis Fika tentang diriku, yang aku sendiri tidak menyadarinya :’’) Aku terlalu menghindar dan menutup mata dan hati dengan apa yang terjadi kepada diriku. Aku berusaha tidak peduli dan tidak mau tahu dengan apa yang aku rasakan. Walaupun sudah berbicara cukup panjang hari ini, aku tidak dapat berjanji aku dapat kembali seriang dan seceria theo yang dulu. Sangat sulit untuk ku sekarang. Aku butuh waktu yang tidak sebentar pastinya. Entah kapan aku bisa kembali, aku pun tidak tahu dengan tepat. Walaupun Fika bilang akan ada pelangi sehabis hujan. Mungkin aku bisa menunggu pelangi itu datang :)

Terimakasih Fika karena lebih mengerti diri ku daripada diri ku sendiri. Terimakasih untuk obrolannya. Terimakasih untuk tangis dan pelukannya JJ